DUKUNG ROADMAP SLEMAN SMART REGENCY 2021 BADAN KESBANGPOL SLEMAN ADAKAN FGD PEMANFAATAN BIG DATA

Perkembangan mutakhir saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi Pemerintah Daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Termasuk kemungkinan pemanfaatan Big Data dalam merumuskan kebijakan publik.

Menyikapi hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman mengadakan Focussed Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemanfaatan Big Data untuk Deteksi Dini dan Cegah Dini Potensi Gangguan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan” yang diselenggarakan Rabu (21/8) di Aula Unit I Pemkab Sleman.

Diikuti oleh Komunitas Intelijen Daerah, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah dan Warganet. FGD tersebut membahas prospek dan peluang pemanfaatan Big Data bagi Pemerintah Daerah terutama dalam mengidentifikasi potensi gangguan keamanan dan potensi konflik sosial lainnya.

Dr. Ing. Ridho Rahmadi, M.Sc. selaku nara sumber mengatakan bahwa pemerintah daerah harus mulai cepat beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 dan segala perkembangan teknologi yang mengikutinya. “Dibutuhkan sinergi yang konstruktif antara pemerintah, akademisi dan praktisi bidang teknologi informasi, agar dapat tercipta berbagai macam sistem yang dapat mendukung pemerintah.”

Sementara itu, Drs. Ahmad Yuno Nurkaryadi, MM., Sekretaris Bakesbangpol mengemukakan bahwa FGD ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata instansinya dalam mendukung roadmap Sleman Smart Regency 2021. “Smart Regency tidak hanya melulu soal penggunaan aplikasi sebagai interface pelayanan publik, namun juga harus diwujudkan dalam segala proses pemerintahan”.

Dalam FGD ini juga dipaparkan hasil analisis Big Data pemetaan pola perbincangan topik ideologi di wilayah Kabupaten Sleman yang dilaksanakan oleh Tim Analis Big Data Bakesbangpol. “Berdasarkan hasil analisis ini, diketahui bahwa Warganet masih aktif memperbincangkan topik ideologi di wilayah Kabupaten Sleman yang dilaksanakan oleh Tim Analis Big Data Bakesbangpol. “Berdasarkan hasil analisis ini, diketahui bahwa Warganet masih aktif memperbincangkan isu-isu ideologis, seperti topik Pancasila, khilafah bahkan komunisme” tutupnya.

Comments are closed