Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 12.2 Tahun 2019 tentang Izin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat

Pelaksanaan Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 12.2 Tahun 2019 tentang Izin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 25 September 2019 pukul 08.00 – 16.45 WIB bertempat di Aula Unit I Pemda Sleman.

Sesuai Amanat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 09 dan 08 Tahun 2019 tentang Tugas Kepala Daerah dalam rengka menciptakan dan memelihara kerukunan kehidupan beragama, Pemerintah Kabupaten Sleman menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 12.2 Tahun 2019 tentang Izin Mendirikan Bangunan Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat untuk menindaklanjuti amanah Peraturan Bersama 2 Menteri tersebut.

Sangat relevan apabila Pemerintah Kabupaten Sleman membuat regulasi pengaturan terkait pendirian Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat untuk dapat menciptakan keamanan serta kenyamanan dalam melaksanakan ibadah.

Peraturan Bupati Nomor 12.2 Tahun 2019 dibuat dengan tujuan mengatur serta memberikan payung hukum yang pasti di tengah kekosongan hukum terkait pengaturan Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat di Kabupaten Sleman, serta untuk mengantisipasi dan menjadi solusi atas potensi-potensi konflik yang bersumber dari intoleransi antar umat beragama di Kabupaten Sleman.

Potensi konflik yang bersumber dari pendirian rumah ibadat dilatarbelakangi:

  • Pendirian rumah ibadat adalah salah satu faktor yang selalu mewarnai dinamika kehidupan umat beragama di berbagai tempat;
  • Meskipun waktu demi waktu regulasi tentang pendirian rumah ibadat terus diperbaharui, namun bukan berarti kasus-kasus pendirian rumah ibadat dengan serta merta tidak lagi muncul. Hal ini bisa kita pahami sebab pendirian rumah ibadat bersentuhan langsung dengan emosi keagamaan;
  • Pendirian rumah ibadat ini rawan menyulut emosi umat beragama, khususnya ketika pendirian itu dianggap bermasalah atau dipermasalahkan oleh pemeluk agama lain atau oleh komunitas dalam intern agama.

Problematika yang dihadapi dalam pendirian rumah ibadat antara lain:

  • Rumah ibadat adalah bangunan yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus dipergunakan untuk beribadat bagi para pemeluk masing-masing agama secara permanen, tidak termasuk tempat ibadat keluarga (tidak termasuk tempat ibadat keluarga, sepert musholla, langgar, surau, meunasah atau kapel, rumah do’a atau sanggah, mrajan, panti, paibon atau cetya atau siang hwee, co bio, cong bio, kong tek su);
  • Realitas rumah ibadat yang berIMB masih sangat kecil prosentasenya;
  • Pendirian rumah ibadat sering dipersoalkan ijinnya;
  • IMB rumah ibadat sering dipersoalkan oleh komunitas tertentu.

Karena itu selain diperlukan pendekatan yang intensif terhadap komunitas tertentu, juga perlu dirumuskan regulasi yang mengatur secara lebih aplikatif sesuai kebutuhan umat beragama.

Comments are closed