Syawalan Keluarga Besar Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman

Dalam rangka meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan Keluarga Besar badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman, Ibu-ibu Dharma Wanita Unit Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, serta Mitra Kerja (FKDM, FKUB, FKAP, Forum Ormas/LSM, KOMINDA)  mengadakan acara Syawalan (Halalbihalal) Keluarga Besar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten beserta Mitra Kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan saling mengenal antar unsur pendukung kegiatan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB  dipandu oleh Bapak Basuki S.IP, M.Si. Acara pertama dilanjutkan dengan Pembacaan Al-Qur’an dan sambutan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman (Bapak Drs. Agoes Soesilo Endiarto, M.Si) kemudian dilanjutkan dengan  ikrar yang disampaikan oleh ketua FKUB Kabupaten Sleman (Drs. H. Suwarso) syawalan serta dipungkasi dengan tausiyah oleh Drs. H. Nurjamil Dimyati.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at 14 Juli 2017 bertempat di Gedung Unit I Pemerintah Kabupaten Sleman. Acara yang cukup meriah ini dihadiri oleh seluruh keluarga besar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman beserta Ibu-ibu Dharma Wanita Unit. Anggota-anggota Mitra Kerja juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya Kepala Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman (Bapak Drs. Agoes Soesilo Endiarto, M.Si) menyampaikan bahwa dengan diadakannya acara ini maka diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan saling mengenal antar unsur pendukung kegiatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, serta meningkatkan sinergitas antara pemerintah dan mitra kerja masyarakat sesuai dengan tema Halalihalal pada tahun ini, yaitu, “Dengan Halalbihalal Kita Tingkatkan Persaudaraan dan Sinergitas Keluarga Besar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ersama Mitra Kerja Masyarakat”.

Sementara itu, tausiyah hikmah syawalan disampaikan oleh  Ustadz Drs. H. Nurjamil Dimyati. Dalam tausiyahnya ustadz Nurjamil menyampaikan bahwa kita sebagai manusia tentunya mempunyai banyak khilaf dengan sesama, dan untuk selalu memohon maaf setiap saat. Bulan Syawal adalah bulan yang baik untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan.

Lanjut dalam tausyahnya beliau memberi uraian mengenai makna idul fitri sebagai hari kemenangan karena telah berhasil menunaikan ibadah puasa dan amalan-amalan di bulan suci Ramadhan. Di samping idul fitri yang bermakna kembali berbuka, namun beliau menekankan pada makna idul fitri sebagai kembali pada fitrah. Dalam implementasinya ada 7 poin yang harus ditekankan antara lain mencintai kesucian, agama yang dipeluk, kedamaian, kebersamaan, kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Tiga kunci yang berkenaan dengan syawalan yaitu ‘afwun bi ‘afwan (saling meminta dan memberi maaf), halalunbihalalin (saling menghalalkan) dan doa’un bi doa’in (saling mendoakan).

Comments are closed

  • Bantu kami untuk mengisi survey agar kami bisa menjadi lebih baik