TOT Pemilos dengan tema “Menyiapkan Pemilih Pemula Menjadi Pemilih yang Cerdas, Rasional dan Bertanggungjawab”

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang demokratis, maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan TOT Pemilos dengan tema “Menyiapkan Pemilih Pemula Menjadi Pemilih yang Cerdas, Rasional dan Bertanggungjawab”. Kegiatan dilaksanakan  pada hari selasa dan rabu 22 dan 23 Agustus 2017 bertempat di Aula Unit I Pemerintah Kaupaten Sleman dengan tujuan memberikan pemahaman kepada para pemilih pemula yang lebih cerdas, rasional dan bertanggungjawab. Bahwa kegiatan pemilu di Indonesia mau tidak mau sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Bahkan secara regular dalam lima tahun sekali dapat terlibat lebih dari satu kali pemilu, antara lain pemilihan anggota legislatif, presiden, pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala desa. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang benar kepada para siswa peserta tentang pemilu baik untuk peningkatan pemahaman, aplikasi di sekolah, maupun dalam pemilihan umum lainnya, seperti yang disampaikan oleh Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Drs. Joko Supriyanto, M.Si dalam member sambutan serta memuka secara langsung kegiatan tersebut. Selanjutnya beliau juga mengharapkan kepada KPU selaku narasumber utama dalam kegiatan ini agar dapat memberikan pemahaman yang tepat dan baik kepada peserta. Sebagaimana kita pahami bahwa usia siswa sekolah menengah merupakan usia emas dalam kehidupan dan memiliki potensi yang besar untuk menerima informasi yang baik.

Materi pertama disampaikan oleh Ibu Indah Sri Wulandari, M.Sc. tentang “TOT Pemilihan Ketua OSIS SMA SMK MA Se- Kabupaten Sleman 2017. Pemilos dilaksanakan secara demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil di lingkungan sekolah. Penyelenggara Pemilos adalah Panitia Pemilihan OSIS (PPO), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panwaslos Panitia Pengawasa Pemilos : Pengawas TPS & Pengawas Pemilos Lapangan (PPL). Pelaksanaan Pemilos harus mendapat dukungan dari pihak sekolah. Pelaksanaan Pemilos dapat berjalan dengan baik dan sukses jika mendapat dukungan dari semua pihak.

Materi kedua disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, Bapak Agung Supriyono, SH. dengan tema “Peran Pemilih Pemula dalam Mewujudkan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi yang Berkualitas”. Potensi konflik social Pilkada serentak antara lain sebagai berikut: alat peraga kampanye liar, kampanye hitam, provokasi politik, perseteruan antar pasangan calon, ketidakdisiplinan tim sukses pasangan calon peserta Pilkada serentak dalam melaporkan rencana kampanye, inkonsistensi regulasi tahapan Pilkada dapat berpotensi terjadinya benturan antar massa pendukung pasangan calon. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah DIY dalam menyukseskan pemilu yaitu fasilitasi persiapan pelaksanaan Pemilu meliputi sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Umum dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penggunaan hak pilihnya dalam Pemilu. Pemilu merupakan salah satu perwujudan pelaksanaan demokrasi yang pada prinsipnya diselenggarakan sebagai sarana kedaulatan rakyat, sarana partisipasi masyarakat, memilih pemimpin politik dan sarana sirkulasi elit.

Materi ketiga disampaikan oleh Bapak Suharyanto, M.Sc yang memberikan materi mengenai teknis pencoblosan. Peserta seminar melakukan simulasi pencoblosan seperti pada saat pemilihan secara langsung.

Comments are closed

  • Bantu kami untuk mengisi survey agar kami bisa menjadi lebih baik