“YUK SEJUKAN HATI DENGAN CIPTAKAN KERUKUNAN”

Menjaga kebersamaan dan merawat kerukunan beragama di masyarakat patut dilakukan, terlebih memasuki tahun politik 2019 karena hal tersebut sangatlah penting.

Pemerintah harus hadir untuk memberikan pelayanan keagamaan bagi semua umat beragama dengan berbagai fasilitasi.

Pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Seminar Kerukunan Umat Beragama dengan tema “Memelihara Toleransi dan Kerukunan Beragama untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Godean dengan peserta 60 orang terdiri dari unsur Pemerintah Desa, Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama Tingkat Desa, Tokoh Agama, Instansi Tingkat Kecamatan, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Hadir sebagai narasumber Harso Wasono (Sekretaris Kecamatan Godean), H. Riyanto, S.Ag., M.Pd.I. (anggota Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman), Drs. Ismail S. Ahmad, M.Si. (anggota Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman), Pdt. Heru Sumbodo, S.Si., M.A (Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sleman).

Ketidakrukunan disebabkan oleh adanya perbedaan. Oleh sebab itu dibutuhkan pemahaman bahwa secara fitrah atau prinsip dasar manusia pasti berbeda. Masalah perbedaan itu antara lain masalah beda budaya atau historis, masalah beda pemahaman terhadap agama atau teologis, masalah beda kepentingan politik, dan masalah beda ekonomi. Pembinaan antar umat berbeda agama dan antara umat dalam satu agama dengan menekankan pada peran tokoh agama sebagai bagian dari pemeliharaan kerukunan. Pemerintah sebagai pendorong dan pendukungnya. Seperti yang disampaikan Sekretaris Kecamatan Godean, Harso Wasono.

Perbedaan agama yang ada di masyarakat Indonesia  tidak boleh menjadi hambatan untuk mewujudkan kehidupan yang  rukun dan damai. Kerukunan antar umat harus mengutamakan semangat kebersamaan, tetap saling menghormati persamaan hak dan kewajiban serta saling menghargai perbedaan dalam berkeyakinan yang dijamin oleh UUD 1945 Pasal 29 Tentang Kebebasan Beragama. Negara dalam hal ini menjamin dan melindungi kebebasan setiap warga negara untuk memeluk agama sesuai keyakinan dan kepercayaannya masing-masing.

Untuk mewujudkan toleransi antar umat beragama di Indonesia setidaknya ada beberapa sikap dan tindakan yang perlu bersama-sama kita laksanakan yaitu, Pertama, mengembangkan sikap saling menghargai dan menerima adanya perbedaan. Kedua, menghormati kesetaraan antara pemeluk agama satu dengan yang lainnya dan memahami bahwa semua memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Pungkas Harso Wasono.

Comments are closed

  • Bantu kami untuk mengisi survey agar kami bisa menjadi lebih baik