Dengan situasi dan kondisi yang berkembang pada saat ini, masyarakat diharapkan bisa lebih peka dengan potensi-potensi terjadinya konflik. Melakukan deteksi cegah dini sangat perlu dilakukan dalam mengantisipasinya. Maka, tugas pengurus jaga warga adalah mengembangkan rasa peka masyarakat terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya konflik yang akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif dan mengganggu ketentraman umum, terlebih potensi-potensi yang akan mengakibatkan disintegrasi bangsa, seperti yang dikatakan Dra. Amiarsi Harwani, SH, M.Si (Kepala Bidang Pembinaan Ideologi dan Ketahanan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY) dalam pembukaan kegiatan Pembinaan Jaga Warga pada hari Kamis 31 Maret 2016 di Aula Unit I Pemkab Sleman.
Kegiatan Pembinaan Jaga Warga sebagai rangkaian Kegiatan Jaga Warga yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan Pembinaan Jaga Warga akan lebih meningkatakan pemahaman tentang potensi konflik dan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dalam menyikapi serta menindaklanjuti potensi-potensi konflik tersebut guna meningkatkan keamanan dan berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, lanjut Dra. Amiarsi Harwani, SH, M.Si.
Kegiatan pembinaan kali ini dihadiri sekitar 70 orang, terdiri dari Tokoh Masyarakat di Wilayah Kecamatan Depok dan Kecamatan Moyudan. Dengan menghadirkan narasumber dari Polres Sleman (Ipda Dwi Daryanto, SH), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Sleman (Dra. Suci Iriani Sinuraya, M.Si, MM), serta Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman (Drs. Ardani). Pembinaan berjalan dengan tertib, lancar dan penuh antusiasme peserta.


