FKUB Kabupaten Sleman dengan difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Dialog Membangun Kerukunan Umat Beragama, Berbangsa dengan tema “Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan, Berbangsa, Bermasyarakat, dan Bernegara” yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Trimulyo,Sleman Sleman pada tanggal 2016 pukul 09.00 – 13.00 WIB dihadiri sekitar 50 orang dari unsur Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Aparat setempat.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Camat Sleman, Drs. Iriansya. Dalam sambutan beliau menyampaikan kondisi kerukunan antar umat beragama di wilayah Kecamatan Sleman khususnya Desa Trimulyo sudah berjalan dengan baik. Meskipun demikian, beliau mengajak tetap menjaga keindahan atas keberagaman dan kebersamaan, mengedepankan toleransi beragama. Semua unsur masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mengantisipasi segala bentuk potensi ketidaknyamanan pada masyarakat.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sarasehan tersebut dari Pengurus FKUB Kabupaten Sleman (Bapak Nadjmuddin, M.Par, Drs. Ignas Suryadi, SE., M.Pd, dan Wiratno, SE, MM).
Bapak Nadjmuddin, M.Par menyampaikan materi “Mewujudkan Kedamaian Kehidupan dalam Bermasyarakat”. Menurut beliau cara mewujudkan kedamaian kehidupan dalam bermasyarakat salah satunya dengan cara komitmen kebangsaan. Rasa kebangsaan adalah kesadaran berbangsa, yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, agama, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan yang muncul, dinamisasi rasa kebangsaan dalam mencapai cita-cita bangsa berkembang menjadi wawasan kebangsaan. Bangsa Indonesia lahir dari persamaan perasaan kebangsaan Indonesia berkeinginan untuk hidup bersatu di tanah air Indonesia sebagai satu bangsa yang berjuang untuk cita-cita kebangsaan dengan melalui satu ideologi yang telah disepakati, yaitu Pancasila.
Selanjutnya Drs. Ignas Suryadi, SE., M.Pd membahas mengenai “Menggagas Desa Kerukunan Merayakan keberagaman, Mempertegas Identitas”. Penyebab perbedaan kebudayaan Indonesia antara lain: Perbedaan dalam sejarah perkembangan kebudayaan masing-masing suku bangsa, hasil adaptasi terhadap lingkungan geografis yang berbeda-beda.
Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat juga disosialisasikan pada kegiatan tersebut oleh Wiratno, SE, MM.
Acara berlangsung dengan lancar, peserta antusias berdialog dengan narasumber. Diharapkan acara tersebut dapat memberikan tambahan wawasan bagi masyarakat dan masukan bagi pemangku kepentingan dalam meningkatkan kerukunan hidup dan toleransi masyarakat Sleman.

