Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sarasehan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pada Kamis, 10 Oktober 2025, bertempat di Rumah Bapak Tri Wusono Condongcatur Depok Sleman.
Acara tersebut bertujuan memperkuat kapasitas FKDM sebagai mitra strategis pemerintah. Melalui sarasehan ini, FKDM diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, FKDM juga diharapkan dapat melakukan deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi konflik di wilayah Sleman.
Kemudian, peserta diajak memahami pentingnya pengumpulan dan analisis informasi kewilayahan. Informasi tersebut nantinya menjadi bahan rekomendasi bagi Bupati Sleman melalui Badan Kesbangpol. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam menjaga stabilitas daerah.
Selanjutnya, kegiatan ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. FKDM perlu bekerja sama dengan aparat desa, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat. Kerja sama ini menjadi kunci dalam menciptakan wilayah yang aman dan kondusif.
Hadir sebagai narasumber yaitu Bagus Jalu Anggara, S.IP, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional mewakili Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman; Deni Irwandi, S.E., A.K., Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok; serta Agung Yulian, Koordinator Wilayah Sleman Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY.
Peserta sarasehan terdiri dari anggota FKDM Kapanewon Depok, Bhabinkamtibmas Kalurahan se-Kapanewon Depok, Linmas, relawan, serta staf Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman. Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Hal ini menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam menjaga ketenteraman dan keamanan masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan seperti ini, diharapkan FKDM semakin solid dan mampu berperan aktif dalam menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Sleman.
