Dengan dinamika yang terjadi pada masyarakat saat ini, sangat perlu untuk menjaga situasi dan situasi yang tetap kondusif. Masyarakat Kabupaten Sleman pada umumnya bisa dikategorikan kondusif, akan tetapi untuk mengantisipasi perkembangan potensi-potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas pada masyarakat masih perlu terus dilakukan peningkatan kerukunan antar masyarakat, berbangsas, dan bernegara. Hal tersebut dilakukan oleh FKUB Kabupaten Sleman dengan difasilitasi dari Kantor Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman
FKUB Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Sarasehan Membangun Kerukunan Kehidupan Antar Umat Beragama, Berbangsa, dan Bermasyarakat di Balai Desa Donokerto Turi pada hari Selasa 23 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB. Kegiatana tersebut mengundang Tokoh-tokoh Agama, Tokoh-tokoh masyarakat, dan unsur aparat keamanan di Wilayah Desa Donokerto, Kecamatan Turi, dengan menghadirkan narasumber dari FKUB Kabupaten Sleman (Bapak Drs. H. Suwarso, Drs. H. Sukirman, SH, dan Drs. Ig. Suryadi. SW, SE, M.Pd) serta hadir sebagai narasumber Camat Kecamatan Turi (Ibu Dra. Siti Purwaningsih).
Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Desa Donokerto (Bapak R. Waluyo Jati, ST). Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih atas diadakannya kegiatan Sarasehan Membangun Kerukunan Kehidupan Antar Umat Beragama, Berbangsa, dan Bermasyarakat. Dengan diadakannya kegiatan tersebut diharapakan para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama yang hadir dapat menlanjutkan apa yang menjadi tujuan kegiatan, yaitu terwujudnya masyarakat yang memiliki rasa toleransi yang tinggi, baik itu sesama umat beragama ataupun antar umat beragama yang ada pada masyarakat. Beliau juga menghimbau agar masyarakat Donokerto dapat membedakan antara paham-paham radikal yang berkembang. Paham-paham tersebut berkedok agama yang kalau tidak dipahami secara mendalam akan menyesatkan kita dan menjerumuskan masyarakat kepada keadaan yang tidak kondusif, banyak berkembang kecurigaan antar masyarakat, dan mengakibatkan perpecahan pada masyarakat berbangsa dan bernegara.


