SEMINAR PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019

Pada tanggal 24 Juli 2019 bertempat di Ruang Merapi Hotel Prima SR Jl. Magelang km. 11 Tridadi, Kabupaten Sleman telah berlangsung Seminar Seminar Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 dengan tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” dikuti oleh kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari Satgas Anti Narkoba Kabupaten Sleman, Guru BK SMA-SMK -SMP,  Pimpinan Pondok Pesantren serta Forum Ormas/LSM Kab. Sleman.

Hery Dwikuryanto S.H., M.Hum selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa penyebaran Narkoba ke DIY khususnya di Kabupaten Sleman sangat pesat, banyak siswa ataupun mahasiswa dari luar jogja yang menuntut ilmu di DIY. Bapak/ibu guru diharapkan sebagai garda terdepan dalam pencegahan peredaran Narkoba di Kabupaten Sleman karena pemakai narkoba dan sasarannya adalah generasi penerus. Adanya seminar ini diharap NKRI menjadi kuat tanpa Narkoba.

Narasumber pertama dari Ibu Irindra Septi Wahyuningrum, S.Kom. dari BNNK Sleman menyampaikan materi “Kebijakan dan Strategi dalam Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkoba P4GN”. Strateginya sudah di atur dalam Inpres no. 6 tahun 2018 tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkoba.

Narasumber kedua dari Ibu Daru Estiningsih, M.Sc. Apt Dosen Univ Atma jaya menyampaikan materi tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Prekursor Narkotika dan Psikotropika. Gejala klinis penyalahgunaan narkotika yaitu perubahan fisik dan perubahan sikap serta perilaku seseorang. Upaya mencegah membangkitkan kesadaran beragama, selektif dalam memilih teman, selektif dalam memilih makanan, menghindari diri dari lingkungan yang tidak tepat, membentuk kelompok-kelompok kecil yang saling menguatkan.

Narasumber ketiga Bapak Eko Prsetyo (Praktisi) yang menyampaikan materi tentang Good and Bad Practisses Bahaya Penggunaan Narkoba. Lebih dari 80% pecandu mulai menggunakan Narkoba pada usia 12-15 tahun. Penyalahgunaan Narkotika harus menjadi perhatian segenap pihak, disebabkan oleh karena kecepatan dalam menimbulkan ketergantungan serta kesulitan dalam penyembuhan terbukti dengan tingginya angka relaps tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Tempat institusi penerima wajib lapor DIY yaitu RSUP Dr. Sardjito, RSUD Yogyakarta (Wirosaban), RS Grhasia, Puskesmas Umbulharjo I, Puskesmas Gedong Tengen, Puskesmas Banguntapan II, RS Bhayangkara Polda DIY, Yayasan Siloam, Yayasan Kunci, Yayasan Charis, Al-Islamy, Galilea Bantul, Elkana Gunung Kidul, Klinik Pratama dan Podok Pesantren yang ditunjuk oleh BNN, Kemensos maupun Kemenkes.

Comments are closed