“WASPADA HOAX”

Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar. Bangsa yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

Selain itu, Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang plural memiliki beragam suku, etnik, budaya dan bahasa serta mempunyai enam agama yang resmi diakui oleh negara yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Melihat Indonesia yang masyarakatnya sangat beragam tersebut,  kerukunan antarmasyarakat terutama antarumat beragama menjadi salah satu hal yang sangat penting diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Perlu juga menjadi perhatian kita bersama isu agama tersebut dikaitkan dengan Pemilu legislatif maupun pemilihan presiden 2019. Kondisi tersebut tentunya dapat berpotensi meningkatkan suhu politik, menimbulkan ancaman dan konflik yang dapat mengkoyak kebhinekaan bangsa Indonesia.

Kita berharap dalam gelaran pesta demokrasi tersebut tidak ada oknum partai politik memanfaatkan isu agama sebagai bagian dari kampanyenya, baik yang dilaksanakan secara terang-terangan  maupun secara tertutup dengan menggunakan media sosial. Seperti yang disampaikan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman, Drs. Ahmad Yuno Nurkaryadi, MM dalam kegiatan Sarasehan Peningkatan Bela Negara dengan tema “Peran Generasi Muda Dalam Mewujudkan Pemilu 2019 yang Demokratis dan Bermartabat Tanpa Hoax” yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2019 pukul 19.00 – 22.30 WIB bertempat di Aula Unit I Pemda Sleman.

Kegiatan tersebut dihadiri 60 orang  terdiri generasi muda lintas agama dan KNPI, dengan narasumber Drs. Ahmad Yuno Nurkaryadi, MM (Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman), Kapten Inf. Sujud (Kodim 0732/Sleman), Rahman Subandi, S.IP, M. Si (Kepala Bidang pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman), serta Asweno (Komisioner KPU Sleman).

Dalam konteks ini, hendaknya masyarakat dapat menyikapi secara bijak, masyarakat harus bisa memilah-milah mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar atau hoax, termasuk menolak ajakan partai politik yang menggunakan isu agama dalam menjaring dukungan demi kemenangan partainya, serta jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya, lanjut Drs.Ahmad Yuno Nurkaryadi, MM.

Untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, diperlukan peran serta seluruh komponen masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama,dan yang terutama adalah peran serta pemerintah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama ini, Pungkas Drs. Ahmad Yuno, Nurtkaryadi, MM.

Comments are closed